Alasan kue Pancong jadi kue keKINI-an

December 24, 2017Bisnis, Standard

5 alasan kue Pancong jadi kue kekinian Indonesia
Siapa yang belum pernah makan kue pancong? Ngacung! Atau bahkan ada yang belum tahu? (kebangetan deh ya kalau ada yang sampai belum tahu :p)
Ini kue tradisional yang sudah ada sejak zaman dahulu kala (zaman nenek moyang kita, tepatnya belum pernah ada yang tahu sih kapannya, dan siapa penemunya), dan sampai sekarang dimodifikasi sehingga menjadi kue yang masih disukai bahkan menjadi hits.
Gimana ga hits atau kekinian? Kue pancong ini dibalut sentuhan modern yang disukai terutama anak-anak muda zaman sekarang, sehingga ada tagline seperti ini:
“Kalau belum pernah makan kue pancong, lu bukan anak gaul bro!”
“Markitcong… mari kita mancong”
Dan banyak lagi tagline lainnya. Oke sebelum kita ngulik alasan kue pancong jadi kue paling kekinian sejagat raya Indonesia, kita bedakan terlebih dahulu nih pancong yang mana yang akan kita bahas, karena ada 2 jenis pancong:
1. Pancong Betawi.
Atau bisa juga disebut Pancong Kelapa. Pancongnya berbentuk seperti bulan sabit (setengah lingkaran), berwarna putih (agak kecoklatan), terbuat dari tepung beras dan santan, rasanya gurih. Makannya dicocol dengan gula pasir agar ada sensasi manisnya. Jadi manis-manis gurih. (pic: kue pancong kelapa dengan cocolan gula pasir dan secangkir teh manis gula batu yang khas)

2. Pancong Sunda betawi.
Pancongnya berbentuk bulan sabit juga tapi lebih sering dijadikan satu sehingga berbentuk kotak atau segi empat, berwarna coklat muda, terbuat dari tepung terigu dan telur. Ditabur toping di atasnya, biasanya toping meses atau selai. (pic: pancong meses coklat 1 porsi, disanding dengan susu jahe yang asik-asik Jos)
Nah, yang akan kita kulik adalah kue pancong yang kedua, yaitu pancong sunda betawi. Kenapa Sunda Betawi? Karena beredarnya di daerah Sunda dan perbatasan Jakarta, termasuk daerah Jakarta juga. Whatever ini sebenarnya asalnya dari Sunda (Sumedang, Bandung, Bogor, Bekasi, Depok) atau Betawi (Jakarta), yang jelas ini asli Indonesia. 100 % Indonesia!
OK lanjut.
Sebenarnya apa saja sih yang membuat kue pancong menjadi begitu tren di era sekarang ini, berikut faktanya:
1. Topingnya bervariasi. Jadi ga melulu bisa makan kue pancong dengan toping yang itu-itu saja, topingnya bisa memilih aneka rasa, bahkan bisa modif sendiri topingnya (di-mix sendiri topingnya) bahkan bisa double atau triple atau multiple topping. Seru kan? Anak muda zaman sekarang kan memang cepat bosan, ingin mencoba rasa yang aneh-aneh. Pancong aneka toping pun akhirnya menjadi jawaban rasa penasaran jiwa ‘kulinerisasi’ remaja-remaji yang suka ber-eksplorasi tersebut.

2. Variasi toping yang kekinian: toping nutella, toping green tea, keju, oreo, red velvet, coklat keju, selai blueberry, toblerone dan toping lainnya. Para kawula muda tidak ada yang tidak kenal nutella, selai kacang coklat ini rasanya ciamik banget. Kalau dioles jadi toping pancong, gimana ga jadi enaknya banget-banget kan? Apalagi buat para green tea lovers, atau juga blueberry lovers, pasti naksir berat sama pancong toping green tea yang nge-blend banget rasanya sama adonan pancongnya, juga sama pancong toping blueberry yang manis-manis asam segar. Wuiihh, srlllp..

3. Variasi tingkat kematangan: sekarang pancong bisa diolah menjadi 1/2 matang, bahkan 3/4 matang. Yang setengah matang itu bentuk pancongnya lumer, ada yang sampai meleleh-meleleh ke piring. Untuk tingkat kematangan ¾ maksudnya sudah hampir matang. Kalau anak muda kekinian biasanya sukanya sama yang 1/2 matang karena adonannya melted dan jadinya blended sama toping cair di atasnya, apalagi kalau ditambah sentuhan parutan keju dengan bulir-bulirnya yang lembut gurih. Benar-benar bikin ketagihan.

4. Plating yang menarik. Penyajian pancongnya pun sekarang penuh dengan kreativitas. Ada yang ditulis merk pancongnya sebagai toping, ada juga yang disajikan di atas baki warna-warni, atau talenan kayu yang unik, diberi hiasan penunjang yang bisa dimakan juga, misalnya buah cherry, es krim, whipped cream, dan lainnya. Ditambah lagi ada juga pancong yang bisa di-request, contohnya Pancong Bday. Pancong tersebut dihias dan diberi toping sesuai dengan momen yang diminta, ketika momen ulang tahun maka topingnya dituliskan kalimat “Happy Bday” dan nama yang sedang ulang tahun, lalu diberi lilin usia, dan hiasan menarik lainnya. Selain momen ulang tahun, ada juga momen anniversary, momen farewell, wisuda dan lainnya. Semua bisa disesuaikan dengan permintaan. Asik bukan? Pastinya kekinian banget.

5. Biasanya resto atau warung pancong beroperasi atau buka sampai di atas jam 22.00. Pas untuk anak muda yang suka ngemil malam bahkan nongkrong malam. Atau bisa untuk nonton bareng, biasanya nonton bola bareng.
Pun bisa online delivery, hare gene siapa sih yang belum pernah pesan antar makanan. Sekarang semuanya serba praktis. Banyak resto pancong yang sudah menggunakan jasa pesan antar tersebut. Jadi bisa makan pancong dimana saja dan kapan saja, tinggal search di aplikasi pesan antar tersebut, pilih menu makanannya, klik alamat dan keterangannya, pancong yang lagi di-idam-idamkan pun tinggal datang deh, hanya sekitar 30 menit pesanan sudah tersedia di depan mata. Super instan dan begitu mudahnya bukan? Orang kekinian sudah identik dengan apa-apa yang serba mudah, serba online, sehingga sudah tidak asing dengan jasa pesan antar online tersebut.
Selain banyak warung pancong yang buka sampai malam bahkan sebagian ada yang buka sampai 24 jam, yang membuat pancong itu menjadi semakin kekinian adalah karena disanding dengan minuman yang juga tak kalah kekinian. Minumannya beraneka ragam, yang khas Indonesia biasanya: Susu jahe, Sari kacang hijau, teh tubruk gula batu, teh poci dan bandrek. Termasuk kopi ala-ala Indonesia. Minuman tersebut bisa disajikan hangat ataupun dingin. Bisa dibayangkan betapa nikmatnya mencicipi kue pancong toping nutella keju lalu menyeruput susu jahe yang hangatnya terasa sampai tenggorokan. Selain enak, juga menyehatkan.
So, sungguh kekinian bukan?
Kalau zaman orang tua dulu, makan pancong cukup pancong ori matang, dicocol sama kopi susu atau teh untuk makan sore sambil menonton televisi atau sarapan pagi.
Kalau sekarang, pancongnya berbagai toping, ½ matang, ditabur keju, dimakan sambil mengerjakan tugas sekolah/kuliah/kerja atau sambil kongkow bareng teman-teman.
Tetap kekinian tanpa meninggalkan jejak makanan khas Indonesia kan?
Kata “Pancong” itu sendiri sudah mencirikan Indonesia, berbeda dengan pancake, dorayaki dan waffle walaupun bahan makanannya sama-sama terbuat dari tepung terigu, mentega dan telur.
Untuk kue cubit, martabak, surabi, dan pukis termasuk makanan khas Indonesia juga tetapi berbeda beberapa bahannya dan cara memasaknya sehingga bentuk, ukuran, dan teksturnya, serta topingnya pun berbeda. Karena semakin banyak resto pancong yang dikemas modern, maka anak muda sekarang lebih banyak yang gemar ber-pancong-pancong ria. Kalau sedang bad mood, maka pilihannya adalah makan pancong bersama teman-teman. Seperti tagline merk minuman, maka pancong pun tak mau kalah:
“BT? Ada pancong”  #Adapancong
Selain resto modern yang khusus menjual pancong, banyak juga warung pinggir jalan yang menjual pancong (memang sebenarnya awalnya pun dari warung pinggir jalan), pun sekarang banyak resto yang menjadikan pancong sebagai salah satu menunya. Menarik bukan? Benar-benar sudah mewabah, dan jadinya benar-benar Indonesia.
Jadi sekarang kalau ada orang mancanegara bertanya menu makanan khas Indonesia, tinggal bilang saja pancong, u can eat pancong with delicious topping, sir..
Siapa yang jadi ngiler setelah melihat gambar dan membaca tulisan ini? Silakan dipesan ke berbagai restauran atau warung yang ada di sekitar Anda. Bisa juga pesan antar kalau sudah tidak tahan ingin mencoba makanan khas Indonesia yang juga kekinian ini.
Mari…
#savemakananindonesia #100%Indonesia #akucintaindonesia #cintaprodukindonesia #indonesianfood #makanankhasIndonesia #100persenIndonesia #seleranusantara #kulinerIndonesia #nulisbarengfoody

Article sudah tayang di www.foody.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *